Indonesia Ubah Strategi Pariwisata: Bukan Lagi Soal Jumlah, Tapi Kualitas Pengalaman Wisman

Indonesia Ubah Strategi Pariwisata: Bukan Lagi Soal Jumlah, Tapi Kualitas Pengalaman Wisman

Indonesia kini menggeser cara pandang dalam menarik wisatawan asing. Alih-alih mengejar angka kunjungan sebanyak-banyaknya, pemerintah mulai berfokus pada seberapa dalam dan berarti pengalaman yang didapat wisatawan selama berada di tanah air.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Indonesia harus bisa dirasakan langsung oleh wisatawan, bukan sekadar jadi latar foto. “Bagaimana agar pengalaman tinggal dari wisatawan kita di Indonesia semakin berkualitas dan juga manfaat yang bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Pendekatan ini diharapkan membuat wisatawan betah tinggal lebih lama, mengunjungi lebih banyak tempat, dan membelanjakan uang mereka di lebih banyak layanan lokal. Artinya, dampak ekonominya pun bisa menyebar lebih merata ke masyarakat sekitar destinasi.

Sektor MICE — singkatan untuk pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran — juga masuk dalam strategi ini. Peserta acara didorong untuk tidak langsung pulang setelah agenda selesai, melainkan menikmati kuliner, atraksi budaya, atau tur jalan kaki yang mencerminkan karakter daerah setempat.

Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan bahwa wisatawan muda atau Gen Z menjadi sasaran utama strategi ini. Data menunjukkan sekitar 52 persen wisatawan Gen Z bepergian justru untuk memburu pengalaman baru, bukan sekadar mengunjungi tempat terkenal. “Yang kita dorong adalah wisata yang non-konvensional, non-ordinary, supaya aktivitas pariwisata bisa tersebar lebih banyak,” kata Ni Made.

Untuk menjangkau segmen ini, Kementerian Pariwisata meluncurkan MaiA, asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) di situs indonesia.travel yang mendukung 19 bahasa asing. MaiA dirancang menemani wisatawan mulai dari tahap mimpin destinasi impian, merencanakan perjalanan, memesan, hingga berbagi cerita sepulang liburan. “Ketika wisatawan mencari experiential tourism di Indonesia, MaiA akan memberikan rekomendasi,” ujar Ni Made.

Dengan perpaduan strategi pemasaran berbasis pengalaman dan dukungan teknologi AI, Indonesia tampaknya serius memposisikan dirinya bukan hanya sebagai destinasi yang indah dipandang, tetapi juga sebagai tempat yang meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang berkunjung.

Sumber: Detik Travel

Jelajah Lainnya

Scroll to Top