
Setelah pemantauan pada hari Sabtu tidak menemukan lagi titik api yang aktif, tim penanganan kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sekarang fokus pada tahap pendinginan. Meski api sudah terkendali, petugas masih menemukan kepulan asap tipis di beberapa lokasi di kawasan tersebut.
Indra Bayu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, menjelaskan bahwa “Status terkendali, lanjut pendinginan total sampai asap hilang.” Dia menyatakan operasi sekarang diarahkan untuk menangani sisa-sisa kebakaran dan memastikan tidak ada api yang muncul kembali.
Tiga lokasi menjadi prioritas utama tim dalam fase pendinginan ini, yaitu Blok Bintangot, Blok Karang Dinding, dan Blok Bukit Seribu Bintang. Pemantauan menggunakan drone dan sistem Sipongi (perangkat deteksi kebakaran hutan) menunjukkan tidak ada titik api hingga Sabtu malam, sehingga petugas melanjutkan siaga pendinginan di area-area tersebut.
Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa operasi penanganan kebakaran di kawasan ini menghadapi beberapa tantangan. Minimnya kendaraan untuk menggerakkan petugas, ditambah medan yang curam dan lahan bekas terbakar yang berbahaya, menjadi hambatan dalam proses penanganan.
Untuk hari Minggu (25 Oktober), tim gabungan telah merencanakan serangkaian tindakan lanjutan mencakup pemantauan asap dan pendinginan di Grid 15, operasi modifikasi cuaca oleh BNPB, serta bantuan water bombing dari TNI Angkatan Udara. Selain itu, tim juga terus menyediakan layanan kesehatan dan logistik untuk mendukung operasi berkelanjutan.
Upaya menyeluruh ini dimaksudkan untuk memastikan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan mencegah titik api baru muncul di masa mendatang.
Sumber: Antara News
Jelajah Lainnya

Lula Kembali Pimpin Brasil, Indonesia Lihat Peluang Perkuat Hubungan Bilateral

IPDN Minta Gubernur Sumut Berbagi Pengalaman Kepada Calon Pemimpin Daerah

Pulau Sebesi Diguyur Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Diminta Jaga Kesehatan

