Tangerang Masuk Status Awas Kekeringan, Pemkot Siapkan Langkah Antisipasi

Tangerang Masuk Status Awas Kekeringan, Pemkot Siapkan Langkah Antisipasi

Kota Tangerang resmi masuk kategori Awas dalam peringatan dini kekeringan yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk periode dasarian Oktober 2026. Status ini menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah lokal untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil tindakan pencegahan sebelum situasi memburuk.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa prakiraan cuaca menunjukkan suhu akan berkisar antara 24-35 derajat Celsius pada periode 12-18 Oktober 2026. “Cuaca diprediksi didominasi kondisi cerah hingga berawan, dengan suhu tertinggi diperkirakan terjadi pada akhir pekan, 18 Oktober 2026,” ujar Mahdiar.

Penting untuk dipahami bahwa status peringatan dini ini tidak otomatis berarti seluruh wilayah Kota Tangerang sudah mengalami kekeringan atau krisis air. Namun, langkah antisipasi tetap diperlukan untuk mengurangi risiko dan menjaga pasokan air bersih bagi penduduk.

Pemkot Tangerang telah mengidentifikasi beberapa langkah mitigasi yang perlu dilakukan, antara lain memetakan area-area yang paling rentan, memantau perubahan cuaca secara berkala, menyebarkan informasi peringatan kepada masyarakat, dan mempersiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan air jika terjadi kelangkaan.

Mahdiar menekankan bahwa “Pemkot Tangerang juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk menyiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan air apabila diperlukan.” Koordinasi lintas sektor ini dirancang untuk memastikan respons cepat jika situasi memburuk.

Pemerintah kota mengimbau warga untuk menggunakan air secara bijaksana dan menghindari pemborosan, khususnya untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Masyarakat juga diminta memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari dan terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi.

BPBD mengajak warga meningkatkan kewaspadaan dan membiasakan diri berhemat air sejak sekarang. Dengan persiapan yang matang dan kesadaran kolektif, Tangerang diharapkan dapat melewati periode awas kekeringan ini tanpa mengalami krisis air yang signifikan.

Sumber: Liputan6

Jelajah Lainnya

Scroll to Top