Polda Metro Jaya Jenguk Tujuh Sekolah untuk Ciptakan Lingkungan Belajar Aman

Polda Metro Jaya Jenguk Tujuh Sekolah untuk Ciptakan Lingkungan Belajar Aman

Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di Jakarta dengan tujuan menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Melalui kegiatan yang dinamis ini, polisi ingin menunjukkan bahwa mereka adalah mitra yang dapat dipercaya oleh komunitas sekolah.

Kombes Pol. Wahyu Dwi Aribowo, Direktur Samapta Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan lebih mengutamakan interaksi manusiawi daripada kehadiran yang menakutkan. Strategi ini dirancang agar siswa dan guru merasa lebih dekat dan nyaman berkomunikasi dengan aparat keamanan.

Kunjungan patroli dialogis dilakukan di tujuh lokasi sekolah: SMAN 24 Jakarta, SDN 01 Gondangdia, SMKN 19 Jakarta, SMAN 6 Jakarta, SDN 09 Cideng, SDN 10 Cideng, dan SDN 09 Bendungan Hilir. Para personel patroli motor dan patroli kota hadir sejak pagi hingga menjelang siang untuk berinteraksi langsung dengan warga sekolah.

Di beberapa sekolah dasar di kawasan Cideng, petugas langsung berbincang dengan siswa sambil menyampaikan pesan-pesan tentang keamanan dan pencegahan perundungan. Sementara di lokasi lain, dialog dilakukan dengan para guru untuk memperkuat pemahaman bersama tentang tanggung jawab menjaga keselamatan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memelihara keamanan sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga sekolah,” ungkap Wahyu Dwi Aribowo. Langkah ini sejalan dengan instruksi Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto untuk menghadirkan polisi sebagai sahabat anak dalam membangun karakter positif.

Menurut Wahyu, keberlanjutan keamanan sekolah bergantung pada kerja sama solid antara polisi, pendidik, dan orang tua. “Anak-anak perlu memiliki ruang untuk bercerita dan didengar, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang serta tumbuh tanpa rasa takut,” katanya, menekankan pentingnya menciptakan kepercayaan sejak dini.

Upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun budaya sekolah yang saling menghormati, peduli, dan memberani siswa untuk minta bantuan ketika dihadapkan pada masalah. Dengan pendekatan yang inklusif ini, diharapkan setiap anak dapat menjalani hari-hari sekolah dengan lebih tenang dan produktif.

Sumber: Antara News

Jelajah Lainnya

Scroll to Top