Kabut Asap dan Angin Kencang Paksa Bandara Palu Batalkan Sejumlah Penerbangan

Kabut Asap dan Angin Kencang Paksa Bandara Palu Batalkan Sejumlah Penerbangan

Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu menghadapi tantangan serius akibat kombinasi dua masalah cuaca yang berdatangan bersamaan. Kabut asap dari kebakaran hutan mengurangi jarak pandang pilot, sementara angin kencang dari arah teluk membuat pesawat sulit mendarat. Situasi ini memaksa otoritas bandara membatalkan beberapa rute penerbangan untuk menjaga keselamatan penumpang.

Pada Sabtu (19/10), maskapai Batik Air membatalkan dua penerbangan: ID 6554 rute Makassar-Palu dan ID 6555 rute Palu-Makassar. Menurut Winariyanto, Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, “Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6554 rute Makassar-Palu (UPG-PALU) dan ID 6555 rute Palu-Makassar dibatalkan. Pihak maskapai mengambil keputusan pembatalan setelah menunggu dan memperhatikan kondisi cuaca yang belum membaik.” Pembatalan dilakukan setelah maskapai menunggu dan mengamati perkembangan cuaca yang terus memburuk.

Penerbangan lain juga terkena dampak serupa. Pesawat Lion Air JT 780 asal Makassar sempat mencoba mendarat pada Jumat (17/10) pukul 19.01 WITA, tetapi mengalami gagal mendarat akibat angin belakang yang mencapai kecepatan 20 knot. Pilot terpaksa melakukan prosedur go-around—tindakan keselamatan untuk membatalkan pendaratan dan mencoba lagi—sebelum akhirnya memutuskan kembali ke bandara asal di Makassar.

Penyebab gangguan operasional bandara terpusat pada dua faktor utama. Pertama, jarak pandang di bawah standar minimal pendaratan karena sebaran kabut asap dari kebakaran hutan. Saat ini, jarak pandang di Bandara Mutiara berfluktuasi antara 3 hingga 5 kilometer, jauh di bawah standar keselamatan penerbangan. Kedua, angin belakang (tailwind) yang tidak terduga ketika pesawat hendak mendarat.

Dampak cuaca ekstrem ini juga menjalar ke bandara lain di Sulawesi Tengah. Penerbangan Wings Air rute Palu-Tolitoli harus dibatalkan karena jarak pandang di Bandara Tolitoli juga terdistorsi akibat kabut asap yang melampaui batas aman penerbangan.

Otoritas bandara meminta pengguna jasa transportasi udara untuk memahami situasi gangguan cuaca ini dan terus mengikuti update jadwal keberangkatan melalui maskapai penerbangan masing-masing. Kebijakan pembatalan dan penundaan penerbangan diambil semata-mata untuk menjamin keselamatan semua pengguna layanan udara hingga kondisi cuaca membaik.

Sumber: Antara News

Jelajah Lainnya

Scroll to Top