
Kota Mataram sedang merancang cara baru mengelola pengamen jalanan di tempat wisata. Alih-alih membiarkan mereka berkeliling meminta sumbangan, pemerintah akan memfasilitasi mereka secara profesional di lokasi-lokasi tertentu yang sudah disiapkan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menjelaskan, “Dalam pelaksanaannya, kami akan menerjunkan satuan tugas (satgas) untuk mencari dan memetakan para pengamen agar diarahkan ke titik lokasi khusus.” Langkah pertama melibatkan pendataan semua pengamen di destinasi wisata dan mengajak mereka ikut audisi untuk menguji kemampuan mereka.
Mereka yang berhasil audisi dan menunjukkan bakat musik yang bagus akan mendapat kartu identitas resmi. Hal ini membedakan pengamen betulan dari sekadar orang yang menyanyi sekaligus meminta uang tanpa skill yang jelas.
Taman Udayana dipilih sebagai lokasi uji coba pertama. Dispar tidak hanya menentukan tempat penampilan, tapi juga menyediakan peralatan pendukung seperti sound system yang baik agar penampilan lebih profesional dan terukur.
Konsep ini mengubah cara wisatawan berinteraksi dengan pengamen. Alih-alih pengamen yang datang ke meja pengunjung, kini pengunjung yang tertarik bisa datang langsung ke titik penampilan atau menitipkan tips di kotak yang tersedia.
Cahya Samudra menambahkan, “para wisatawan dan pengunjung dapat menikmati kuliner maupun suasana destinasi dengan lebih tenang tanpa merasa terganggu.” Sementara itu, pengamen tetap punya kesempatan untuk menampilkan bakat dan mendapat penghasilan dengan cara yang lebih terhormat dan tertib.
Sumber: Antara News
Jelajah Lainnya

Konser King Nassar di Istora Senayan Berlangsung Sukses Meski Penyanyi Alami Gangguan Suara

Pohon Beringin Raksasa Tumbang di Air Terjun Curug Lawe, Satu Wisatawan Tewas

Hujan Deras Picu Longsor di Jember, Seorang Warga Terjatuh 15 Meter saat Selamatkan Barang

