Film Bapak Paling Jujur Pilih Warna Oranye untuk Paslon Fiktif, Ini Alasannya

Film Bapak Paling Jujur Pilih Warna Oranye untuk Paslon Fiktif, Ini Alasannya

Warna oranye bukan sekadar pilihan estetika dalam film komedi satir politik Bapak Paling Jujur. Ada pertimbangan matang di balik keputusan tim kreatif untuk mendandani pasangan calon fiktif bernama JODO — Jonas dan Sambodo — dengan warna tersebut dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Sutradara Fajar Nugros menjelaskan bahwa warna oranye dipilih karena tidak identik dengan partai besar mana pun di Indonesia. Tujuannya jelas: agar penonton tidak langsung mengasosiasikan cerita dengan kelompok atau partai politik tertentu. “Kita pilih oranye karena tidak terlalu bisa diarahin ke spesifik partai. Jadi kita nyari yang tidak berwarna full oranye, ada aslinya putih dan ada oranye-oranyenya dikit, tapi yang oranye gitu partai besar tidak ada. Jadi mungkin lebih netral,” tutur Fajar dalam sesi media junket di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Produser Aoura Lovenson Chandra mengungkapkan bahwa tim sempat mencoba berbagai pilihan warna sebelum akhirnya mantap dengan oranye. “Kita cobain magenta, even ada biru dan hijau stabilo, tapi pas dibikin moodboard-nya enggak believable gitu loh akhirnya. Jadi emang harus pakai warna yang udah ada,” ujar Aoura.

Soal inspirasi karakter, Fajar menegaskan tokoh-tokoh dalam film ini tidak merujuk pada satu politisi tertentu. Namun ia mengakui banyak kemiripan dengan berbagai figur politik yang ada. Aoura menambahkan bahwa penonton mungkin akan menemukan banyak elemen yang terasa familiar setelah menonton.

Naskah film ini dikerjakan penulis Rino Sarjono selama empat hingga lima bulan, dengan masukan dari sutradara, produser, hingga konsultan komedi David Nurbianto. David, yang juga berperan sebagai Wawan dalam film, menyebut bahwa karya ini lahir dari keresahan kolektif. “Film ini hadir karena keresahan, bukan karena kebencian,” tegasnya.

Dengan perpaduan komedi ringan dan sindiran tajam terhadap dunia politik, Bapak Paling Jujur tampaknya ingin mengajak penonton tertawa sambil merenung — sesuatu yang jarang hadir sekaligus dalam satu layar.

Sumber: Liputan6

Jelajah Lainnya

Scroll to Top