Anak Krakatau Erupsi Beruntun, Wisatawan Diminta Jauhi Area 5 Kilometer

Anak Krakatau Erupsi Beruntun, Wisatawan Diminta Jauhi Area 5 Kilometer

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali aktif pada Sabtu dini hari (17/10/2026) dengan serangkaian letusan yang terjadi dalam waktu singkat. Dalam kurun 16 menit, mulai pukul 01.31 hingga 01.47 WIB, gunung api ini mengalami empat kali erupsi berturut-turut berdasarkan pengamatan petugas vulkanologi.

Letusan pertama terdaftar pada pukul 01.31 WIB, diikuti letusan kedua pada 01.35 WIB, ketiga pada 01.40 WIB dengan amplitudo 40 milimeter dan durasi 22 detik, serta letusan terakhir pada 01.47 WIB mencapai amplitudo 55 milimeter selama 29 detik. Meski instrumen seismograf merekam aktivitas dengan jelas, visual letusan tidak teramati dari pos pengamatan.

Otoritas vulkanologi menerbitkan larangan ketat bagi siapa saja—pendaki, wisatawan, maupun masyarakat sekitar—untuk memasuki radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Larangan tambahan juga berlaku untuk zona 1 kilometer di sekitar pulau baru yang terbentuk di sektor barat laut dan tenggara Anak Krakatau.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai mencakup lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut atau hujan. Ancaman-ancaman ini terutama menghantui kawasan dalam radius 5 kilometer dari pusat letusan.

Warga pesisir Lampung dan Banten diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi, terutama rumor tentang potensi tsunami akibat erupsi Krakatau. Masyarakat dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari sambil mematuhi arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Untuk informasi resmi terkini, masyarakat dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung via (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten, melalui (0254) 651449 dan 085846324506.

Sumber: Liputan6

Jelajah Lainnya

Scroll to Top